Terlambat
Detik demi detik telah berlalu.
Hari demi hari telah berganti.
Raga itu sudah terkubur lama.
Tak bisa kupeluk lagi.
Baru saja aku ingin belajar.
Baru saja aku ingin membanggakan.
Baru saja aku ingin mengungkapkan.
Raga itu telanjur kaku, membisu.
Tak akan ada lagi perdebatan.
Tak akan ada lagi kecupan sayang.
Tak akan ada lagi senyum teduh menguatkan.
Tak akan ada lagi.
Semua sudah terkubur.
Semua telah menyatu dengan tanah.
Tak bisa lagi kembali.
Semua sudah terlambat.
.
.
_pemimpikecil_
Komentar
Posting Komentar