Jogja Malam itu

Jogja malam itu.
.
.
Aku memang bukan pengelana.
Aku belum tebiasa berjalan jauh.
Aku hanya anak rumahan yang akan berpergian ketika kesibukan tak lagi membelenggu.
.
.
Aku ini pemimpi.
Sukanya meringkuk di atas kasur.
Bermanja di dalam hangatnya selimut.
Aku tak ingin terbangun.
Karena dengan mimpi, aku bisa berkelana ke seluruh dunia.
.
.
Tapi, Jogja malam itu berbeda.
Ia memanggilku terbangun dari tidur.
Ia mengajakku bermain dengan keramaian.
Menyita waktu tidurku untuk menikmati lembutnya sapaan angin malam.

Berjalan-jalan.
Melihat-lihat.
Berfoto-foto.

Jogja malam itu.
Membangunkanku sesaat dari mimpiku.

Apa aku tak ingin jadi pemimpi lagi?
Tentu aku masih pemimpi.
Karena tidur, masih menjadi teman liburanku.

_pemimpi kecil_

Komentar

Postingan Populer