Tersungkur
Saat rinai hujan mulai membasahi pipi ranumnya.
Perih pun mulai menggerayangi sekujur tubuh.
Luka-luka yang masih menganga, tersapu oleh air mata duka.
Perjalanan hidup yang begitu menyayat.
Badan pun enggan lagi bersahabat.
Hingga tameng dalam diri pun berkarat.
Sekarat.
Merintih di setiap malam.
Rinai hujan selalu membanjiri pipinya.
Hingga pagi menjelang.
Ia tersungkur, lupa bersyukur.
_pemimpi kecil_
Tangerang, 3 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar