Mengintip malu

Matahari mengintip malu-malu saat sang bulan akan pergi, namun sedikit enggan beranjak.
Di penantian pagi si pemilik rindu menyapa ramah mentari yang masih malu-malu untuk menampakkan sinar lembutnya.
Awan yang selalu membentuk kenangan-kenangan yang semakin membuat isi hati resah menanti akhir kerinduan.
Pemeluk rindu masih enggan dengan pertemuan.
Masih sama, ya masih dengan alasan yang sama, kesibukan yang membuatnya terbuai dan lupa akan penantian pemilik rindu.
Pemilik rindu kembali merajut asa akan pertemuan, entah kapan akan terlaksana.

-pemimpi kecil-
-Tangerang, 2 Maret 2015-

Komentar

Postingan Populer