Sekilas kesan Cinta.
novel yang belum lama ku pesan. Novel yang aku nantikan penerbitannya. Tak aku sangka tulisan-tulisan, dialog-dialog, bahkan alur cerita ini membuatku terpukau. Arti dari orang ketiga. Orang yang belum tentu salah dalam sebuah hubungan. Kenapa? Jelas saja, bisa saja mereka para orang ketiga hanyalah korban. Mereka tidak bisa memungkiri perasaan cinta yang datang tiba-tiba. Bahkan, di waktu yang salah.
Hadirnya orang ketiga memang tak ada yang menginginkan, apalagi kita yang menjadi orang ketiga tersebut dan sering dikatakan "perusak". Sedih, seperti yang dialami tokoh utama novel Cinta. (Cinta dengan titik). Mungkin bagi beberapa orang ini hanya novel biasa yang tak lain adalah kisah cinta yang "happy ending". Tapi tidak bagiku, memang aku sudah bisa menebak sedikit akhir dari cerita ini. Namun, gaya bahasa dan cara menulis, serta konflik-konflik yg membumbui cerita ini membuat aku ingin terus membacanya. Bahkan aku tak ingin mengakhiri membacanya.
Air mataku tak merasa menitik saat Nessa tejebak dalam kisah cinta terlarang "mungkin". Aku pun pernah mengalaminya. Aku bagai bercermin dalam diri Nessa. Mengupas kembali memory tentang kisah serupa yang aku alami. Aku sangat menyukai sosok Demas. Demas pria yang membuat nyaman wanita. Terpancar dari kasih sayangnya terhadap ibunda tercinta. Kejutan-kejutan kecil Demas, dialog yang disuguhkan Demas membuatku kembali merindukan sosoknya. Dia pacarku. Sosoknya lembut seperti Demas. Namun, bukan dia yang ada dalam kisah terlarangku.
Menikmati sebuah novel cinta, aku terhanyut dibawanya, ingin sekali aku menikmati buku-buku bacaan Nessa, bahkan aku tertarik dengan adventurer, andai aku ini memang berbakat menulis. Tulisanku tak sebagus tulisan-tulisan lain. Satu poin lagi dalam cerita ini, aku begitu jatuh cinta dengan kota Yogya. Yaps, kota yang penuh budaya dan seni. Ingin aku belajar dari orang-orang hebat yang tercipta di sana.
Bernard Batubara, mungkin dia tidak asli dari kota itu, tapi dia sudah lama menetap dan so amazing, teman-teman pacarku ada yang mengenalnya. Aku jatuh cinta pada tulisannya. Tulisan yang mampu membiusku. Milana. Buku miliknya yang pertama kubaca. Mungkin sedikit telat aku mengenalnya, tapi aku sudah jatuh hati dibuatnya. Penulis yang begitu mencintai sastra. Bahkan, aku sendiri yang kuliah di jurusan sastra pun kadang enggan bersinggungan dengan sastra. Lagi-lagi penulis yang kerap disapa bara, mengalihkanku, membiusku untuk mengenal sastra. Aku jatuh cinta pada sajak.
Sajak-sajak yang tertera pada novel Cinta. membuatku belajar bagaimana menulis sajak lebih baik lagi.
Ini beberapa goresan kecilku tentang Cinta. dan pengarangnya Bernard Batubara.
Komentar
Posting Komentar